Mitos Seputar Keputihan yang Perlu Anda Ketahui Sekarang

Mitos Seputar Keputihan yang Perlu Anda Ketahui Sekarang

Mitos Seputar Keputihan yang Perlu Anda Ketahui Sekarang
Setiap perempuan pasti pernah mengalami dengan apa yang dinamakan keputihan. Ada banyak sekali masalah yang disebabkan oleh keputihan ini, mulai dari kehidupan sehari-hari, sampai masalah fertilitas atau kesuburan. Keputihan sangat umum dijumpai dalam masyarakat, dan karena mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan wanita, maka banyak mitos diseputar keputihan. Mitos tersebut bisa saja benar, namun lebih banyak mitos yang tidak tepat. Berikut adalah mitos-mitos yang sering ditemukan dalam masyarakat seputar keputihan.

Sedikit teori mengenai keputihan. Keputihan terjadi akibat produksi lendir dan cairan di jalan lahir meningkat. Peningkatan tersebut dapat terjadi akibat : proses normal tubuh (kelelahan, menjelang haid, stress,dll) dan proses abnormal (infeksi jamur, bakteri, alergi pembalut, dan kanker). Karena sebabnya bermacam-macam, maka pegobatan keputihan harus sesuai dengan penyebabnya.

1. Keputihan akibat makanan tertentuBanyak makanan yang dianggap jadi biang keladi meningkatnya jumlah keputihan. Mulai dari buah-buahan seperti nanas, pisang, hingga sayur seperti terong, timun, dll. Makanan tertentu seperti ikan asin, terasi, juga sering dianggap menimbulkan keputihan. Sampai sejauh ini, tidak ada makanan yang terbukti dapat menimbulkan keputihan atau menyembuhkan keputihan. Kadang produksi keputihan bertambah bila anda alergi makanan tertentu. Jadi hindari saja makanan yang menimbulkan alergi tersebut.

2. Keputihan diobati dengan sabun cuci kewanitaan
Ada berbagai merk sabun cuci organ kewanitaan terdapat banyak sekali di pasaran. Bahkan kadang ada petugas kesehatan yang menganjurkan atau bahkan menjual sabun tersebut. Namun yang harus dipahami, adalah tindakan mencuci v4gin4 (vaginal douching), membawa resiko tersendiri bagi wanita. Saat dilakukan douching, maka terjadi perubahan keseimbangan bakteri atau flora normal
v4gin4 . Hal ini dapat menimbulkan perubahan pola kuman di dalam v4gin4 yang meningkatkan jumlah bakteri patogen sehingga meningkatkan resiko keputihan. Selain itu, pada wanita hamil, tindakan douching akan meningkatkan resiko persalinan prematur hingga pecah ketuban dini. Jadi hindari douching dengan sabun kewanitaan merk apapun juga.

3. Keputihan dicegah dengan antibiotik

Keputihan yang diakibatkan oleh kuman, dapat diatasi oleh antibiotik. Tapi setiap jenis kuman, memerlukan antibiotik tertentu. Untuk keputihan yang disebabkan oleh jamur, maka keputihan tidak akan sembuh bila diberikan antibiotik, melainkan harus anti jamur. Jadi yang terpenting bila keputihan adalah dengan melakukan Vaginal Swab oleh dokter. Tujuannya adalah mengetahui pola kuman di dalam jalan lahir sehingga dapat diberikan antibiotika yang sesuai dengan kuman tersebut. Pemberian antiiotik secara sembarangan dan sembrono dapat meningkatkan resiko kekebalan oleh kuman terhadap antibiotik tersebut.

4. Keputihan diobati dengan rebusan daun sirih

Air rebusan daun sirih mengandung efek antiseptik dan astringensia. Tapi penggunaan air rebusan daun sirih hanya di permukaan kemaluan saja. Karena penggunaan air rebusan daun sirih tidak akan menyingkirkan kuman penyebab keputihan itu sendiri, melainkan hanya membilasnya saja. Vaginal swab dan pemberian antibiotik sesuai dengan kuman penyebab keputihan merupakan pengobatan satu-satunya yang dapat diberikan.

5. Keputihan itu normal, nanti sembuh sendiri

Keputihan dapat saja bersifat normal. Tapi yang harus diwaspadai adalah Bakterial Vaginosis (BV). BV merupakan infeksi pada jalan lahir dan tidak bergejala. Bila dibiarkan berkelanjutan dapat mempengaruhi kesuburan dengan menyumbat saluran telur dan dapat membahayakan kehamilan dengan menimbulakan Ketuban Pecah Dini. Satu-satunya cara untuk mendiagnosis BV adalah dengan pemeriksaan Vaginal Swab.

6. Keputihan selama hamil itu biasa
Ini adalah fakta. Benar bahwa selama hamil, maka jumlah cairan
v4gin4 akan meningkat untuk melarutkan kuman yang ada di jalan lahir. Namun setiap keputihan daam kehamilan haruslah menjadi indikasi untuk dilakukan vaginal swab, minimal 1 kali pada trimester ke-3. Anda harus ingat bahwa 50% BV tidak menunjukkan gejala.

7. Keputihan normal itu tidak gatal dan tidak berbau
Benar. Keputihan normal biasanya tidak gatal dan tidak berbau. Tetapi keputihan yang tidak gatal dan tidak berbau, belum tentu normal. Ingatlah bahwa 50% BV tidak bergejala.

8. Keputihan minum ramuan herbal bisa sembuh

Ada banyak juga ramuan jamu tradisionil untuk menyembuhkan keputihan. Baik dengan cara diminum, maupun dimasukkan kedalam jalan lahir sebagai douching atau pesarium (tongkat atau benda yang dimasukkan ke dalam kemaluan, contohnya tongkat madura).

Tidak ada penjelasan ilmiah mengenai hal ini, dan sebagai dokter tentunya saya tidak merekomendasikan teknik-teknik ini. Dengan memasukkan benda asing yang tidak steril ke dalam
v4gin4 , maka akan meningkatkan keparahan dari keputihan tersebut. Hal ini terjadi akibat tubuh menimbulkan reaksi peradangan akibat benda tersebut dan menimbulkan peningkatan cairan. Selain itu sterilitas dari alat pesarium tersebut diragukkan. Bisa-bisa bukannya mengeluarkan kuman, malah memasukkan kuman.

9. Keputihan diobati dengan kuras
v4gin4
Kadang-kadang ada jasa dari petugas kesehatan untuk melakukan kuras atau cuci
v4gin4 bagi para perempuan yang memiliki masalah keputihan. Tindakan ini tidak tepat karena bukan hanya kuman patologis saja yang terangkat, melainkan juga flora normal v4gin4 . Selain itu infeksi akibat bakteri dan jamur akan tetap ada meskipun sudah dilakukan pembersihan. Meskipun tampak bersih dan tidak bau, namun itu hanya bersifat sementara saja.

10. Keputihan setelah hubungan suami istri wajar

Hal ini kurang tepat. Cairan yang keluar pasca senggama dari jalan lahir adalah : sisa sperma dan cairan pasca lubrikasi jalan lahir. Jadi secara teknis tidak dapat disebut keputihan. Kalau ada keputihan pasca senggama, maka erat hubungannya dengan infeksi menular seksual, dan pengobatannya harus melibatkan pasangan juga.

Demikianlah mitos-mitos di seputar keputihan. Dari artikel diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa keputihan dapat terjadi kapan saja dan perlu mendapatkan perhatian khusus. Vaginal swab adalah langkah awal yang dapat dilakukan untuk menilai apakah keputihan tersebut normal atau tidak. Selain itu dengan hasil vaginal swab, maka dokter dapat memberikan obat yang spesifik untuk kuman tersebut.

Semoga bermanfaat…..